Gerbang Media Nasiomal Lap : Gofur ( Red ) Karawang ,GMN , -14/05/2026 Menanggapi pemberitaan yang beredar mengenai dugaan kerja sama tidak sehat antara pihak pengelola BUMDes dengan mantan Kepala Desa, pihak pengelola akhirnya angkat bicara. Tuduhan yang menyebutkan adanya unsur kesengajaan dalam pemblokiran komunikasi atau informasi dibantah keras sebagai kesalahpahaman teknis. Kronologi “Pemblokiran” dan Duduk Perkara Pihak pengelola menjelaskan bahwa insiden pemblokiran yang sempat memicu polemik tersebut bukanlah tindakan disengaja untuk memutus transparansi informasi. “Itu murni ketidaksengajaan. Ponsel sedang dimainkan oleh anak usia 3 tahun, sehingga terjadi pemblokiran tanpa diketahui,” ujar pihak pengelola saat dikonfirmasi. Fakta Kondisi BUMDes: Anggaran Tak Sebanding Target Berdasarkan hasil survei langsung di lokasi, kondisi aset BUMDes saat ini memang sangat terbatas, namun hal ini dikarenakan keterbatasan modal, bukan karena pengelolaan yang mati suri tanpa alasan. Tabel Inventaris Aset Saat Ini: Jenis Aset Jumlah Keterangan Entog 5 Ekor Kondisi Terawat Ayam 3 Ekor Kondisi Terawat Ikan (Dalam Kolam) Sedang dalam pemeliharaan Pihak pengelola bersama Sekretaris Desa (Sekdes) telah mengajukan permohonan pengisian kembali bibit dan pakan. Namun, kendala utamanya adalah anggaran yang hanya sebesar Rp3.000.000. Desakan Penambahan Modal Menurut pengelola, anggaran 3 juta rupiah sangatlah minim untuk menghidupkan kembali produktivitas BUMDes secara maksimal. Kebutuhan Mendesak: Pengisian bibit baru, pakan berkualitas, dan perbaikan sarana. Status Terkini: Hingga saat ini, anggaran tambahan yang diharapkan belum juga turun atau tersedia. “Kami ingin BUMDes ini maju, makanya kami minta diisi lagi (bibitnya). Bagaimana mau jalan kalau anggarannya belum ada? Kami harap pihak terkait melihat fakta ini secara objektif, bukan justru menyebar fitnah tanpa melihat keterbatasan dana⁰ yang kami hadapi,” pungkasnya. Post navigation KPKH Soroti Kinerja Tim TJSL Subang: “Jangan Terjebak Administrasi, Masyarakat Butuh Dampak Nyata”*