GerbangMediaNasiomal

KARAWANG, GerbangMediaNasional.Com BONGKAR PROYEK – Pembangunan Peningkatan Jaringan Irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Daerah Irigasi Jatiluhur / SS Telagasari, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, kini tengah menjadi sorotan tajam publik.

Proyek yang ditunggu tunggu untuk kesejahteraan petani tersebut diduga kuat dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

​Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek ini didanai oleh APBN Tahun Anggaran 2026 dengan Nilai Bantuan sebesar Rp195.000.000.

Pekerjaan dengan nomor kontrak HK0201/B/Bbws5.12.3/2026/415 ini memiliki waktu pelaksanaan selama 45 hari kalender, yang dilaksanakan secara swakelola oleh P3A Sri Mustika 2 di Desa Pagadungan, Kecamatan Tempuran, Karawang.

​Namun, hasil investigasi langsung tim media di lapangan menemukan sejumlah kejanggalan serius pada fisik bangunan.

Diduga akibat minimnya pengawasan dari pihak terkait, pengerjaan saluran irigasi ini terkesan dipaksakan demi meraup keuntungan sepihak. Di lokasi pengerjaan, ditemukan fakta bahwa pemasangan batu pondasi dilakukan tanpa didasari adukan pasir dan semen yang semestinya. Batu kali terlihat jelas hanya ditanam langsung di atas tanah.

​Pelanggaran Pedoman Teknis: Praktik curang ini jelas melanggar pedoman pelaksanaan P3-TGAI.

Sesuai standar baku konstruksi, sebelum batu kali dipasang—baik untuk dinding maupun dasar saluran—pelaksana wajib memberikan lapisan dasar adukan semen (aanstamping atau lantai kerja).

Hal ini sangat krusial agar material batu tidak langsung menempel atau tertanam di atas tanah, sehingga struktur bangunan memiliki daya ikat yang kokoh.

​Dampak dari metode pemasangan batu yang hanya ditanam tanpa perekat semen ini akan menghasilkan rongga-rongga kosong di dalam struktur.

Kondisi tersebut otomatis mengurangi kekuatan ikat material, sehingga susunan batu akan sangat mudah lepas saat terkena tekanan atau dihantam arus air irigasi yang deras.

Jika dibiarkan, air akan masuk merembes ke dalam rongga di antara batu dan memicu dinding saluran atau talud ambrol dalam waktu singkat.

​Jika proyek bernilai ratusan juta rupiah ini terus dibiarkan tanpa adanya evaluasi dan pengawasan ketat, bangunan dipastikan tidak akan bertahan lama.

Selain merugikan kelangsungan sektor pertanian warga, buruknya kualitas pengerjaan ini berpotensi besar menjadi temuan saat audit oleh instansi berwenang karena terindikasi merugikan keuangan negara.

​Hingga berita ini diturunkan, tim media masih berupaya menghubungi pihak pelaksana P3A Sri Mustika 2 maupun pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) selaku pembina program untuk dimintai klarifikasi dan hak jawab terkait temuan di lapangan.

 

Lap : Alih / Abet

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *