KLAPANUNGGAL_BOGOR, GERBANG MEDIA NASIONAL – Pembangunan infrastruktur proyek saluran Drainase yang berlokasi tepatnya di Kampung Walahir RT 006 RW 003, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, yang diketahui biaya pembangunan bersumber dari Anggaran Dana Desa (DD) tahun 2023, proyek tersebut dalam hal ini patut dipertanyakan.

Pasalnya alokasi budget yang di gunakan dituding terlalu besar ( boros budget ) dan untuk spesifikasi diduga tidak sesuai dengan RAB dalam pembangunannya, Pada Jum’at, (02/06/2023).

Hasil penelusuran pantauan wartawan Gerbang Media Nasional (GMN), terlihat saat di lokasi pembangunan proyek saluran drainase, anggaran yang terpampang ratusan juta, dengan nilai Rp. 153.276.500,-( Seratus Lima Puluh Tiga Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Enam Ribu Lima Ratus Rupiah ), bahan yang di gunakan jenis batu Limston, ada dua jenis pasir yang di campur terlihat kurang berkualitas, dan semen menggunakan merk semen padang.

Selain itu, terlihat di papan kegiatan proyek, diketahui volume panjang 110 meter, Lebar atas 1,00 meter, Lebar Bawah 0,80 meter dan tinggi 1,00 meter, padahal saluran air yang dibangun tidak semuanya dikerjakan, pasalnya bagian dinding drainase yang sudah lama ada tidak dibangun dan hanya di plester, disinyalir seolah-olah kegiatan yang dibangun proyek drainase tersebut supaya terlihat seperti bangunan baru.

Saat dihubungi jurnalis melalui Seluler pesan WhatsAp, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK ) Desa Nambo, Siswo tidak memberikan tanggapan atau terkait RAB dan proyek drainase pembangunannya dan dalam komentar singkatnya terkait Konfirmasi, ia (TPK) mengarahkan awak media untuk ke Kepala Desa (Kades) .

“Silahkan konfirmasi ke pak kades aja”, balas Siswo kepada wartawan.

Ketua tim pelaksana kegiatan mengarahkan konfirmasi wartawan kepada kades. saat di minta kontak kades yang baru Karena kontak kepala desa yang dimiliki sudah tidak aktif, ia mengarahkan awak media untuk konfirmasi ke kantor desa.

“Datang aja ke desa ketemu pak kades”, singkatnya.

Dari beberapa pertanyaan yang terungkap, ketua TPK (Siswo) tidak mau menjawab, untuk mengetahui bahwa tugas TPK dalam pelaksanaan proyek tersebut selain mengawasi di lapangan, serta penggunaan dana desa (DD) antara lain membantu Kasi atau Kaur dalam melaksanakan Tugas Pengadaan Barang dan Jasa, Diduga pembangunan proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi dan borosnya alokasi penggunaan anggaran Dana Desa (DD) ke proyek drainase itu.

 

 

Dalam hal ini, pihak tim pelaksana teknis Kecamatan Klapanunggal, diminta untuk meninjau pembangunan proyek drainase yang dikerjakan oleh Pemerintah Desa Nambo yang diduga melakukan pemborosan anggaran serta di sinyalir tidak sesuai perencanaan RAB.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan konfirmasi dari Kepala Desa Nambo dan tanggapan dari Camat Klapanunggal, Inspektorat Kabupaten Bogor, serta pihak DPMD Kabupaten Bogor. (M.Taufik)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *